Milestone Penelitian Up to 2017

Postingan kali ini mungkin agak sedikit berbeda, karena saya ingin mencatat sejarah penelitian saya per tahunnya. Mungkin bisa jadi kenang-kenangan saya suatu saat nanti. Semoga istiqomah merangkum perjalanan tersebut tiap tahunnya. Selain bisa menjadi penyemangat, juga menjadi pengingat diri sendiri kalau sudah mulai loyo nulis ataupun loyo research. Meskipun kemungkinan loyo research kecil, karena tuntutan setiap saat (minimal 2 kali dalam setahun), tapi yang namanya manusia ya bisa saja not on the right track. Well, syukur-syukur alhamdulillah kalau postingan ini juga membantu teman-teman dosen muda yang masih di berada ‘di bawah’ untuk tetap semangat menulis. Karena kalau kita sudah jatuh cinta, menulis akan menjadi kebutuhan #halah 😀

Berhubung ini blog pribadi jadi meskipun topiknya semacam formal, tetap ya bahasanya kita buat fleksibel saja. 😀 Well,  2013 saya mulai menyukai lebih dalam terkait riset, saat itu masih tercatat sebagai mahasiswa S2 ITS semester 2. Saya ikut proyek dosen untuk penelitian terkait peningkatan produktivitas gula nasional. Di samping itu ‘gemblengan’ di ITS benar-benar bikin kita lumayan kliyengan saat masuk pertama kali. Pada semester pertama, kita sudah disuguhi bahan untuk mengulas paper-paper. Yep, hampir setiap waktu obrolan kita ide penelitian, metode, most of them related to research topic or interest. Dulu gak pernah kebayang sampai bisa tenggelam dan menyukai dunia penelitian. Thanks to all my supervisors and lecturers saat saya S2 di ITS dulu. Kalaupun sampai saat ini tulisan saya sudah terpampang di beberapa jurnal dan konferensi internasional pun prosiding dan jurnal nasional, itu karena bimbingan beliau-beliau dahulu. Amal jariyah buat beliau-beliau kelak, dan semoga saya bisa juga memberikan sedikit ilmu yang saya punya untuk mahasiswa-mahasiswa saya juga nantinya. Aamiin. *serius 🙂

ResearchGate

Saya buat ResearchGate ini semenjak S2 di ITS juga . Media sosialnya para researcher ini merupakan suatu wadah yang cukup menarik, terutama untuk mengembangkan ide penelitian. Kita bisa follow atau recommend beberapa penelitian yang sesuai dengan interest kita, dan biasanya akan ada suggestion paper yang bisa kita follow sesuai dengan research interest kita. Menariknya lagi, jika kita sering follow paper yang sesuai interest research atau follow people yang punya keminatan yang sama, ada juga fitur “Job may you interested in” yang bisa digunakan kalau mencari kerja sebagai researcher, ass. prof, atau mencari sekolah. Dari akun ini, saya juga sempat ditawari untuk penelitian bersama dengan salah satu dosen dan doktor di salah satu universitas di India.Alhamdulillah di akun researchgate saya sudah dibaca lebih dari 9K kali sebanyak 26 sitasi. Alhamdulillah kalau apa yang tertulis bermanfaat untuk pembaca dan dijadikan sebagai referensi sebagai bahan penelitiannya. Kalau menurut ResearchGate h-index yang dimiliki saat ini adalah 3. Artinya 3 paper telah disitiasi minimal 3 per papernya. Alhamdulillah. Oh ya, sebenarnya dalam researchgate kita juga bisa tanya dan juga menjawab pertanyaan seputar riset yang sesuai dengan keminatan kita. Banyak peneliti di sana yang akan bisa membantu. Saya belum aktif selama ini menggunakan fitur Q&A, hanya sampai membacanya saja 😀 Setidaknya kalau galau penelitian media sosial yang pas dibuat curhat adalah ResearchGate.

SCOPUS

Buat para researcher, dunia SCOPUS ini tentu tidak asing. Saya baru terjun ke dunia per-Scopusan pada tahun 2015 sepulang dari Warsaw, Poland. Saat itu, baru pertama kali konferensi internasional yang saya ikuti bereputasi karena terindeks di IEEEXplore dan Scopus. ICTS adalah konferensi internasional pertama saya yang terindeks IEEEXplore dan Scopus. Sebelum-sebelumnya saya belajar perlahan mengikuti arus, untuk mengenal, memahami dan mengambil sisi baiknya. Belajar juga dari kesalahan-kesalahan publikasi sebelumnya. Saya mengawali publikasi ilmiah saat 2012, seminar nasional, SENASTIK 2012. Dua kali ikut seminar nasional, saya mencoba untuk memasukkan publikasi ke jurnal nasional. Setelah punya pengalaman di jurnal nasional, saya mencoba untuk PD tampil di seminar internasional. Seminar internasional pertama kali yang saya ikuti dulu adalah ISICO pada tahun 2013. Kemudian mencoba naik level lagi ke jurnal internasional, saat tergabung dalam grup riset Computer Vision. Saat S2 (2012-2015), saya menelurkan 7 publikasi yang tidak terindeks Scopus dan 1 yang terindeks Scopus. Pernah rejected? PERNAH! Kalau tidak salah tahun 2013 saya mencoba memasukkan salah satu tulisan ke seminar internasional terindeks IEEE dan Scopus di Jogja dengan hasil komentar reviewer yang menyakitkan #lebay 😀 hasilnya strong rejectedKarena kegagalan adalah guru yang terbaik, maka kita tetep strong  meskipun ditolak 😀 Alasan yang membuat reject  adalah, very bad academic English dan  no contribution.

Kesalahan itu mengajarkan saya untuk terus belajar, belajar menerima kritik for good, belajar untuk bersabar dalam menulis, belajar untuk teliti dalam menganalisis hasil penelitian, belajar untuk merangkai kata ilmiah, belajar untuk bekerjasama dalam tim, belajar untuk memahami karakter peneliti yang lain, belajar untuk menegur dan ngomong langsung dengan peneliti lain yang tidak bisa diajak kerja sama dengan baik, dan belajar untuk menerima kenyataan hehe 😀 Alhamdulillah 2015-2017 ini h-index di Scopus 3. Butmost of them are still self-citation since continuing the previous research. Ya, semoga nanti-nanti bermanfaat lebih luas, mungkin butuh waktu 😀

My Scopus

Google Scholar

Dulu buat akun Google Scholar ini juga pas S2 di ITS, saat itu diberi tahu oleh mbak Siti Mutrofin, yang sekarang beliaunya menjadi seorang yang ahli di dunia Jurnal Indonesia sebagai pengelola jurnal. Saya rasa hampir semua dosen di Indonesia punya akun di Google Scholar ini. Alhamdulillah Google Scholar berhasil merekam jejak saya dengan sitasi sebanyak 40 dengan h-index 4. Empat puluh sitasi dari Google Scholar ini ternyata berasal dari berbagai sumber (not only self-citation), beberapa juga disitasi oleh jurnal bereputasi semacam Springer dan Elsivier. Alhamdulillah. Dulu dosen saya pak Dr. Agus Zainal Arifin pernah dhawuh bahwa parameter kebermanfaatan penelitian/tulisan kita itu dari seberapa banyak sitasi. Jumlah sitasi ini tentunya masih sedikit buat saya yang masih super duper cupu ini, yang masih pengen terus belajar menjadi lebih baik.Aamiin.

My Google Scholar

Alhamdulillah untuk sampai detik ini masih diberi kesempatan untuk bisa menulis. Memang butuh waktu extra untuk pay attention dengan research. Sebagai tenaga pengajar yang tidak hanya mengajar, saya rasa memang cukup berat untuk meluangkan waktu menulis. Semoga Allah memberi kita semua dengan kesehatan sehingga kita bermanfaat lebih banyak untuk orang lain. Aamiin. Semoga artikel ini bermanfaat ya untuk semuanya, terutama yang mau dan akan merintis karir sebagai akademisi, saya harapkan untuk terus berkarya. InsyaAllah niat baik kita menulis untuk kebaikan selalu diridloi Allah, InsyaAllah diberi jalan dan kemudahan. Aamiin. Jika ada yang mau sharing-sharingfeel free to comment ya.. 🙂

see you,

Baca juga: Berkarya Meski Belum Memiliki NIDN, Bisakah?

Salam dari dosen yang belum berNIDN 🙂

@baiti jannati, Malang pagi yang dingin 🙂

14 thoughts on “Milestone Penelitian Up to 2017

  1. Luar biasa mbak pencapaiannya 🙂
    Semoga istiqomah menulis dan menjadi inspirasi bagi semua pembacanya termasuk saya 🙂

    P.S: Kalau ada info lowongan dosen tetap IF di UB, boleh saya diinfokan hehe 😉

    • Aamiin. Mbak Dini salam kenal mbak sebelumnya dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya 😀 .Kehormatan bagi saya dikomen oleh Penulis terkenal 🙂 Mbak Dini juga kurang lebih banyak menginspirasi tulisannya, saat itu taunya kalau tidak salah saat ada salah postingan di elexmedia ada namanya mbak Dini. Ternyata rekam jejak menulisnya luar biasa, dan ternyatanya lagi mbak Dini ini ITS juga ya dari S1, temannya mas Ali dan Dhany 🙂 Muter-muter saja ya ini mbak. 🙂

      Mbak Dini, monggo mendaftar LB dulu tidak apa-apa mbak. Di sini banyak yang mengawali dari dosen LB dulu, mungkin bisa menjadi alternatif 😀 Nanti kalau ada info resmi lowongannya saya sampaikan ke sampeyan InsyaAllah mbak.. 😀

  2. Salam kenal juga mba Yuita (eh panggilannya ini bukan ya hehe). Wah takdir ketemunya dari postingan elexmedia ya, padahal ternyata mengenal orang yang sama (Ali & Dany).

    Sip mba, ditunggu infonya. Kalau LB agak susah juga karena ngantornya saya di Jakarta – Bandung hihi.

    • Panggil Sari aja mbak, panggilan akrabnya begitu. Biasa di kampus banyak yang panggil Yuita. Sama saja sih sebenarnya 😁 hehe, monggo milih mana mbak.. Lha ya itu mbak…takdir.. 😊😊
      Oala gitu, nggih mbak siap, saya kabari nanti kalau begitu..👍👍👍👍👍

    • Wah mbak Mut, bikin blog… ❤️❤️❤️❤️❤️ udah aku follow mbak blognya… Keep blogging mbaa… 😘😘😘

  3. Pingback: Milestone Penelitian Tahun 2018 | Yuita Arum Sari

  4. Pingback: Ulasan Perjalanan Penelitian 2019 | Yuita Arum Sari

Leave a Reply

Your email address will not be published.