Perjalanan Mengurus Perpanjangan Paspor (Tanpa Calo)

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses mengurus (perpanjangan) passpor yang cukup memakan waktu. Oke, saya akan cerita dari awal ya, juga sebagai janji saya kepada beberapa teman yang menanyakan proses penggantian atau perpanjangan paspor dengan menuliskannya ke dalam blog ini. Saya akan coba membagi pengalaman saya pribadi yang mana dalam mengurus perpanjangan paspor saya yang pertama kalinya, telah menyinggahi dua kantor imigrasi, yaitu kantor imigrasi kota Malang dan kantor imigrasi kelas 1 khusus Surabaya.

Antrian Online

Oke, jadi pada jaman now,  antrian di kantor imigrasi (semua kota) harus online. Antrian offline hanya diperuntukkan bagi lansia di atas 65 tahun. Informasi ini saya dapatkan saat di Kantor Imigrasi Malang. Kalian bisa download dan kemudian register melalui aplikasi ini atau cari informasinya di sini. Jadi sebelum nawaitu berangkat untuk ngurus paspor, sebaiknya antri online dulu. Dulu waktu pertama kali saya buat paspor juga online, karena online memang antriannya berbeda, lebih cepat biasanya. Tapi karena sekarang semua online, saya rasa tak jauh berbeda. Sama-sama antri, namun enaknya jelas, karena kita bisa datang tidak terlalu pagi. Minimal 30 menit sebelum jadwal sudah ada di TKP.

Kuota Antrian di Kantor Imigrasi Malang habis

Tertanggal 13 Februari 2018 saya mendatangi kantor Imigrasi kota Malang pukul 05:40 WIB. Ini kedatangan kedua saya setelah sebelumnya saya niatkan tanggal 13 Januari 2018 untuk mengikuti layanan Paspor Simpatik Walk-In pada pukul 06.30 WIB. Saya pikir dengan layanan walk-in,  prosedurnya lebih mudah. Idealnya kantor Imigrasi buka jam 08:00 WIB, namun saya dapati ketika berangkat jam 06.30 WIB, kuota sudah habis dan petugasnya bilang ada 75 kuota. Ya mungkin, mereka datang lebih pagi daripada saya. Saya asumsikan demikian, soalnya dulu pas di Surabaya saya datang sekitar jam tersebut, namun kantor belum buka, meski udah antri dan antrian bisa diambil saat kantor sudah buka. Oke, mencoba untuk positif thinking saja, berarti jalur layanan walk-in ini bukan rejeki saya 😀. Selanjutnya saya memutuskan untuk mengikuti alur yang biasa saja. Sebelumnya saya mencoba telepon kantor Imigrasi Malang untuk menanyakan prosedur perpanjangan paspor, namun entahlah beberapa kali menelpon di jam kerja kok tidak ada yang mengangkat. Akhirnya saya mencoba untuk mendaftar antrian online, dan hasilnya adalah, kuota di Malang HABIS. Deng! Waktu itu saya cek sampai tahun 2019 juga kuota habis. Okelah karena telepon kantor tidak bisa, saya memutuskan untuk segera menuju ke kantor imigrasi langsung, pas juga deket dari rumah. Pikir saya harus lebih pagi dari jam 6.30 WIB nih, syukur-syukur ada antrian offline.  Namanya juga usaha. 😀

Kuota habis, setelah sampai kantor Imigrasi Malang mencoba cek lagi, ternyata sampai 2026 habis.

Oke setelah baca-baca blog orang-orang akhirnya disarankan datang ke kantor imigrasi Malang pagi, karena antrian sudah panjang pas jam 06:30 WIB, di sini nih saya bacanya. Oke saya putuskan berangkat satu jam sebelumnya, biar dapet antrian awal gitu maksudnya. 😀 Namanya juga usaha. Eh masih tutup, gerbang kantor mulai buka 06.00 WIB dan ngobrol sama beberapa orang mereka juga lagi antri bikin paspor baru. Ada yang baru mau registrasi online ada yang juga senasib sama saya :D, berharap ada antrian offline.

Kantor masih tutup jam 05.40 WIB

Oke, dari referensi di sini juga saya memutuskan datang lebih awal, gerbang dibuka jam 06.00 WIB dan berebut antrian. Nah, saya kan bingung, per Agustus 2017 antrian sudah diarahkan online semua. Apakah memungkinkan jalur offline kalau kuota habis?

Jawaban tersebut saya temukan sesaat di ruang “Customer Care”. Saat pertama kali pintu kantor “customer care” dibuka, antriannya sudah acak kadul, yang datang awal bisa di belakang. Semua semacam berebut masuk. Saya sedari awal tanya petugasnya, terkait prosedur perpanjangan paspor, juga jawabannya itu tidak jelas. Saya tanya syarat dokumen apa saja? “Antri online” dulu jawabnya. Saya juga sudah bilang kalau sudah antri online tapi kuota habis, juga jawabannya belum melegakan karena ga match dengan yang saya tanyakan. Banyak yang saya tanyakan intinya tidak nyambung dengan jawabannya. Saya putuskan untuk tanya di customer care, yang pada intinya mengharuskan saya untuk mengurus paspor di kantor imigrasi di kota lain dengan ketidak jelasan atas pertanyaan-pertanyaan yang masih mengganjal. Daripada kelamaan, saya langsung daftar antrian di Surabaya. Saya kutip ulasan dari 2 orang terkait pelayanan di Kantor Imigrasi Malang yang saya dapatkan dari Google Review yang sedikit mirip dengan apa yang saya rasakan 😀 “”Long queue, unprofessional behavior, slow process.””, “”(-) really not friendly employee, wait so long for checking document.””. Namanya juga pendapat ya, kalau ditanggapi positif semoga dapat memperbaiki yang kurang-kurang. 😁 *woles bro. Pokoknya kalau kuota di kota terdekat habis cari di kota lain, di appsnya antrian imigrasi juga sudah diurutkan berdasarkan kantor imigrasi terdekat dengan kita.

Nah, tapi saya ada sedikit informasi ini, silakan nanti dianalisis sendiri ya. Jadi kemarin, 28 Februari 2018, yaitu akhir bulan Februari, saya lihat ada kuota di antrian imigrasi Malang ON untuk bulan Maret 2018. Jadi kemungkinan kuotanya buka per bulan, cuma di situ minggu kedua belum aktif, kemungkinan mengisi kuota dulu di minggu pertama bulan Maret. Soalnya dulu saya daftar kan mepet di minggu ketiga Februari, jadi saya juga tidak tahu mengapa tidak bisa mengakses kuota di hari-hari berikutnya. Ini baru analisis saya. Nanti monggo pembaca memutuskan sendiri. 🙂

Hasil kuota antrian saat mengakses aplikasi tanggal 28 Feb 2018

Menuju Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

Well, demi mengurus paspor ini, saya day off  seharian dari kerjaan. Teringat 5 tahun yang lalu saat mengurus pertama kali mengurus paspor juga di Surabaya. Lima tahun yang lalu nih, dibanding dengan pelayanan di kantor imigrasi Malang, saya masih prefer di Surabaya. Antriannya jauh lebih rapi, meski banyak orang yang juga datang pagi. Jam 05.30 WIB antrian sudah panjang dan rapi 5 tahun yang lalu di Kantor imigrasi Surabaya. Lima tahun kemudian (saat ini) tak jauh berbeda suasananya. Tetap ramai dan rapi. Bedanya adalah sekarang tak perlu datang terlalu pagi, cukup datang sesuai jadwal antrian yang sudah tertera pada aplikasi online. Cuma ada 2 skema waktu yaitu pagi dan siang. Kalau kamu dapat jadwal siang, tapi ambil antrian pagi pasti disuruh nunggu giliran siang. Intinya sesuai jadwal. Enak to ya? 😀😁

Tanggal 21 Februari 2018, saya saat itu dapat antrian siang jam 11.10 WIB, karena saat saya memilih pagi ternyata kuotanya sudah habis. Meski demikian, saya tetap mengusahakan berangkat pagi dari Malang, jam 7.15 WIB dari terminal Arjosari, sampai Surabaya jam 09:00 WIB dan sampai kantor Imigrasi Kelas I khusus Surabaya sekitar jam 09:30 WIB. Tidak buru-buru, saya langsung menuju ke informasi. Sudah disambut ramah dengan petugasnya, dan saat saya tanya apa saja persyaratannya apa saja. beliaunya langsung mengarahkan ke area poster dengan judul poster “Penggantian Paspor”, untuk antrian saya bisa mengambil nomor antrian saat jam 11:00 WIB nanti. Informatif sekali, banyak poster di sana yang ditampilkan sesuai keperluan. Kalau capek omong ya tinggal mengarahkan ke poster-poster tersebut beres, InsyaAllah.

Cukup e-KTP dan Passpor Lama

Karena belum tahu kejelasan terkait persyaratan perpanjangan paspor yang sekarang, untuk ambil aman saya bawa kelengkapan dokumen seperti cara perpanjangan paspor lama. Buat jaga-jaga, soalnya kan sudah jauh ke Surabaya daripada bolak-balik karena dokumen yang kurang lengkap juga takes time. Alasan lain, saya juga kurang dapat informasi terkait syarat perpanjangan paspor di kantor imigrasi Malang. Meskipun menurut berita-berita sudah dijelaskan bahwa syarat perpanjangan paspor sekarang cukup E-KTP dan paspor lama, tapi buat jaga-jaga kalau ada syarat yang tak tertulis yang kadang bikin ribet. Intinya ambil aman 🙂

Oke, sekarang sudah tahu dan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya ini jelas informasinya dengan dipasangnya di beberapa poster.

  1. Jangan lupa bawa pulpen warna hitam, untuk mengisi formulir. Formulirnya gratis! bisa diambil di loket pengambilan formulir. Di loket tersebut, dimintai jadwal antrian, petugas akan memastikan bahwa kita memang sudah sesuai antrian. Silakan menunjukkan QR code saja. Selain menunjukkan jadwal antrian, paspor lama dan E-KTP juga dilihat, selanjutnya isi formulir. Kalau ga bawa pulpen bisa pinjem juga dengan pemohon yang lain. 😀 kamu termasuk yang mana nih, yang minjemi atau yang pinjem? 😀😂
  2. Bawa materai. Kalaupun tidak bawa, di dalam kantor imigrasi sudah ada tempat fotokopi yang jual materai juga. Wes,  gak usah bingung-bingung. Antrinya gak ngeri-ngeri banget kok. Satu materai yang dibutuhkan untuk mengisi formulir ini.
  3. Foto kopi KTP dan paspor lama di halaman A4. Boleh kamu siapkan dari rumah. Boleh saat di TKP. Ada tempat foto kopinya, jadi aman. Tapi kalau kamu sudah siapkan ini dari rumah juga baik loh. Orang yang melayani di foto kopian di kantor pos juga baik kok, dia akan memfoto kopi sesuai kebutuhan. Jadi pas saya mau fotokopi KTP 3 eks, dianya bilang. Butuhnya cuma satu kok mbak. Ya sudah ditatain deh itu sama orangnya. Baik kok.😁

Kalau sudah mengisi formulir, foto kopi KTP dan Paspor Lama, serta E-KTP asli dan Paspor asli disiapkan, bisa dijadikan satu dalam satu amplop atau apa gitu biar tidak berceceran. Ya, biar rapi saja. Nanti juga akan diberi amplop kok ya :))

Mengisi Formulir

Proses Mengambil Nomor Antrian

Setelah mengisi formulir menunggu waktu pukul 11:00 WIB. Tak lama, pukul 10.45 WIB saya mulai antri mengambil nomor antrian, antrian mulai panjang. Antrinya pun tak lama, petugasnya ngecek ketiga item tadi (formulir, E-KTP dan paspor lama asli, serta foto kopi KTP dan paspor lama), dan kita perlu menunjukkan QR code jadwal kita yang kemudian akan discan sehingga muncul data kita secara otomatis. Saya dapat nomor antrian ke 349. Oh Men! panjang, saat saya dapat antrian itu, antrian yang sedang dilayani 130an 😀 Kebayang kan berapa lamanya 😀 Meski lama, cukup terbayar dengan pelayanan yang baik, dari mulai satpam, sampai petugas-petugasnya di sana baik-baik lah menurut saya. Informatif dan gak judes 😂. Antriannya juga diatur. Kemudian ada arahan jelas dari petugas perihal pengisian formulir. Beberapa ada yang masih bingung harus mengisi apa di kolom formulirnya, seperti e-KTP berlaku sampai kapan kolomnya harus diisi apa. Petugasnya memberi arahan karena E-KTP yang masa berlakunya seumur hidup, jadi tinggal diisi angka 0 sebanyak 6 digit di kolomnya, 00000. Begitu juga arahan-arahan yang lain. Pelayanan yang baik, “Bapak-bapak mohon maaf kalau tempatnya terlalu kecil untuk menampung banyak orang”, “Bapak-bapak, ibu-ibu jangan khawatir, yang sudah mendapat nomor antrian, akan kami layani sampai selesai”, “Bapak-bapak ibu-ibu, mohon kerjasamanya agar menuliskan identitas di amplop depan ya, karena masih ada beberapa pemohon yang belum lengkap datanya”, “antrian di bawah 320 menuju ke atas”, yang antrian setelah jam istirahat, silakan antri di sebelah sini”. Enak kan ya dengernya, jelas gitu, arahannya jelas, antrinya juga teratur. 😀 Oh ya, jam 12:00 WIB sampai jam 13:00 WIB kantor imigrasi jam istirahat, jadi bisa digunakan untuk ISHOMA.

Dapat amplop yang berisi dokumen-dokumen. Ini Gratis ya amplopnya!

Wawancara dan Foto

Sekitar jam 15:00 WIB saya akhirnya baru dipanggil masuk di Lt. 2, hanya saja di sana masih antri juga. Entah kenapa saya santai meski antri panjang. Antrian itu kalau rapi rasanya beda saja 😀 Oke tak lama, antrian saya disebut C-349 menuju meja customer 5, kemudian saya mengumpulkan amplop berisi dokumen tersebut. Kemudian ditanya mau kemana “perpanjangan paspor Pak, saya belum tahu mau kemana, biasanya setahun sekali ke LN perjalanan dinas”, “kudu jelas mbak perginya kemana, kalau diwawancara harus jelas tujuannya”. “Oh iya Pak”. Saya kemudian disuruh menunggu sebentar lagi untuk antri foto. Jadi, guys, kalau misalnya kamu bikin paspor, siapkan jawabannya, terutama yang baru bikin paspor. Ada beberapa pemohon kemarin itu yang tujuannya liburan, kemudian ditanya sama petugasnya. “Kamu kerja atau kuliah?”, “Kalau kerja, kerja di mana, mana SK kerjanya”. Ada yang disuruh juga sampai fotokopi ID card. Tujuannya baik sebenarnya, untuk menghindari pengiriman TKI Ilegal. Bukti pendukung kamu kerja, kamu dapat beasiswa, kamu keterima exchange, kamu mahasiswa, semua bukti atau identitas itu sebaiknya kamu bawa. Saya termasuk orang yang tidak bawa bukti apa-apa kemarin, tapi tidak ditanya aneh-aneh 😀 Mungkin karena isi paspor lama tiap tahun ada stempelnya mulai 2014-2017?

Isi stempel paspor lama 2014-2017

Oke, setelah wawancara, langsung foto. Setelah itu petugas akan langsung memberikan selembar kertas yang untuk pembayaran. Pembayarannya bisa lewat kantor pos di kantor imigrasi Malang. Kantor posnya pakai mobil orange ya guys, deket kantin. *lupa mau fotoin mobilnya.

Pembayaran dan Pengambilan Paspor. Bisa Dikirim Lho… 🙂

Berhubung saya pesan e-passpor maka saya setor Rp 655.000,- sesuai yang tertera di kuitansi pembayaran. Kalau paspor biasa Rp 355.000,-.Jangan khawatir, kalau kamu gak bawa cash, di sana bisa debit juga. Mbak-mbak yang melayani cukup sabar menjawab pertanyaan kita kok ya. Kabar gembiranya lagi, paspor bisa dikirim ke tempat tujuan. Jadi tak perlu balik lagi ke kantor imigrasi untuk pengambilan paspor. Kita akan diminta mengisi surat kuasa dan tanda terima berkas, kemudian di surat kuasa tersebut butuh materai juga. Nah, kalau tidak bawa materai bisa beli di tempat foto kopi yang ada di kantor imigrasi. Berkas ini nanti difotokopi lupa sebanyak berapa kali, kuitansi juga difotokopi, dan foto kopi KTP. Atau serahkan berkasnya ke tempat foto kopi, nanti abangnya akan tahu juga mana aja yang harus difoto kopi dan berapa lembar, juga sudah dibendel sama abang di tempat foto kopi itu. Baik kan? 😀 Waktu proses paspor baru dan lama pengiriman dari Surabaya ke kota Malang diprediksi 7-10 hari.

Surat kuasa dan tanda terima berkas untuk pengiriman paspor ke Malang (kalau e-passpor ongkirnya Rp 24.000,- kalau paspor biasa Rp 20.000)

Paspor Baru Sudah Sampai, alhamdulillah…

Selang 7 hari, tepat seminggu paspor baru dan paspor lama saya dikirim dengan selamat sampai ke kantor (28 Februari 2018). Thanks to Kantor Pos. Pelayanannya semakin OK dari waktu ke waktu. 🙂

Alhamdulillah, sudah sampai

Alhamdulillah, akhirnya perjalanan untuk perpanjangan paspor yang berlaku sampai 2023 telah selesai. Alhamdulillah, semoga dengan paspor baru dapat menjejakkan semakin banyak kebaikan, manfaat, dan keberkahan di setiap pengalamannya. Terima kasih, paspor lama sudah menemani saya menjelajahi 17 negara 30 kota. Meski sempat vakum setahun si paspor lama dari 2013-2014, saking pengennya ke LN ga kesampaian-kesampaian. Akhirnya baru dihijabah tahun 2014. Alhamdulillah, semua atas izinNya. Bagaimana dengan paspor baru? Ikuti alur skenario Tuhan Yang Maha Kuasa saja deh ya. Belum tentu yang menurut kita baik, baik juga menurutNya. Allah yang lebih tahu. Semoga barokah dan mengusakan yang terbaik. Aamiin 😊

Paspor Lama (kiri) dan Paspor Baru-e-paspor (kanan)

Ok, guys, sementara itu dulu ya informasi yang dapat saya berikan. Semoga bermanfaat, semoga bisa memetik apa yang seharusnya dipetik, dan membuang hal-hal yang tidak sepatutnya diteladani. Semoga lancar ya ngurus paspornya, semoga gak terlalu ngantri, semoga dipermudah urusannya… Aamiin.. 🙂

Sampai jumpa di lain kesempatan. See you! 🙂

@kota Malang, baiti jannati, malam awal Maret

Leave a Reply

Your email address will not be published.