Satu Per Satu

Rasanya sudah kangen ngeblog, satu bulan terlewat bulan Maret kemarin. Bulan Maret merupakan bulan yang dengan padatnya berebut waiting list pekerjaan yang harus diselesaikan. Juga ada cobaan yang saya hadapi dan selesaikan yang tak bisa saya ceritakan di sini, yang jelas ada keinginan untuk menulis bulan kemarin, qadarullah tidak bisa sampai datanglah bulan April. Oke, baiklah itu tadi sekedar pembukaan untuk menyapa pemirsah semuanya :))

Bulan April ini masih sama ritmenya dengan bulan lalu. Entah apes atau bagaimana, bulan ini saya dapat surat tugas baru dari jurusan yang sebenarnya saya sendiri merasa belum tentu sanggup memegang amanah itu. Pasalnya saya sebenarnya lebih memilih untuk melakukan penelitian dan bergelut dengan perburuan sekolah S3 yang juga belum tampak hilalnya. Pada akhirnya saya diwejangi salah satu ‘pimpinan’ bahwa kita tidak selamanya dalam kondisi ideal, jadi yang ada adalah optimalisasi diri. Baeklah, saya juga butuh belajar dan adaptasi lagi dengan manajemen yang tentunya harus saya bagi rata ini, sementara saya bukan amoeba.

Kalau dibilang sibuk, ya sebenarnya masih ada waktu luang kok. Terkadang waktu luangnya dibuat untuk menyelesaikan pekerjaan pribadi yang tertunda (seperti target menulis atau ngoding), cuma itu kalau mood nya lagi pas buwagus, kalau lagi lelah jiwa raga ya saya tidak memaksa. Tubuh dan jiwa saya punya hak untuk istirahat. Ya tho? Iyoin aja wes.

Selebihnya kerjaan saya ya tetap ngajar, bimbing, diskusi dan ritme yang masih sama. Kemudian juga mengikuti rapat-rapat yang diperlukan. Saya sebenarnya ada utang nulis ke beberapa orang, tapi kok ya tertunda. Semoga Allah mudahkan, sehingga saya bisa menyelesaikannya satu per satu. Saya sebenarnya bukan tipikal deadliner, tapi terkadang dengan banyaknya kerjaan yang secara tidak sengaja merajuk pada waktu yang sama membuat yang kurang prioritas jadi tertunda juga. Ya, akhirnya yang tak prioritas akan menjadi terus tertunda dan tergeser atau hampir lupa jika tak segera diselesaikan (maafkan). Sebenarnya sadar betul dengan hal ini, masih saya coba perbaiki manajemennya.

Saya juga lagi kepengen banget belajar di luar rutinitas saya sehari-hari, belajar keilmuan baru yang dapat digunakan untuk upgrade kulaitas diri. Sudah enroll online course juga masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik. MasyaAllah nikmatnya pekerjaan-pekerjaan ini. Ini baru pekerjaan kantor ya. 😀

Saya akan terus belajar untuk mengerjakan tugas kantor di kantor, sementara di rumah, biarkanlah diri ini layaknya seorang istri dan ibu rumah tangga dengan peralatan dapurnya dan juga pekerjaan rumahnya seperti melipat jemuran ataupun menyetrika. Belum lagi merelaksasikan diri untuk me time dan menyediakan waktu khusus bersama yang tercinta *my greatest supporter in my life, suamik. Untung saya punya penasehat yang benar-benar bisa mengendalikan saya dan rutinitas saya agar masih dalam tahap waras. 😀 😀 😀

Di luar itu semua, saya pengen menyambut Ramadhan dengan ibadah yang tuma’ninah, karena saya sudah merindukannya. Semoga segala hajat dapt tertunaikan satu per satu. Bismillah. Semangat! 🙂

@Malang, baiti jannati, malam

Leave a Reply

Your email address will not be published.