Welcoming November Rain

*Tulisan yang harusnya diposting bulan November namun masih tersimpan dalam draft πŸ™‚

Alhamdulillah, awal November kemarin hujan cukup lebat pertama kalinya. Saat itu saya ada di luar kota untuk persiapan audit, namun posisinya masih tak jauh dari Malang. Alhamdulillah. Selain itu, saya juga pas menjadi bagian dari suatu unit untuk menilik manual mutu. Oh yes, sebenarnya saya bukan tipikal orang yang bisa dan suka tentunya dengan hal-hal administratif semacam demikian, namun Surat Tugas harus dijalankan, bukan? Ya, tentunya semampu dan semaksimal kita. Di bulan Oktober juga deadline pengumpulan laporan pengamas. Sempat juga disuruh menjadi moderator dadakan saat 29 Oktober 2019 kemarin dalam untuk sebuah workshop teknologi. Ya begitulah sekelumit cerita di bulan kemarin yang terus terang… tiada jeda.

Beberapa pelajaran saya dapatkan ketika bulan kemarin, terutama masalah kerjasama. Beberapa kali saya bekerja secara tim, namun memang saya tidak begitu cocok dengan orang-orang yang tidak begitu aware dengan tugas bersama dalam kelompok tersebut. Entaah saya yang sensitif atau bagaimana yang jelas memang porsi kerja harus sesuai dengan tanggung jawab yang diemban. Ya, seharusnya. Minimal sama-sama mengusahakan atau belajar. Pun, semua kalau dibilang sibuk, ya sama-sama sibuk. Karena tanggung jawab itu memang dari hati, terlepas kondisi saya sekarang, saya tidak berniat memanfaatkan kondisi ini, tapi memang saya usahakan sebisa saya. Kalau zaman kuliah, ini kelihatan sekali pas kerja kelompok. Itulah mengapa, terkadang saya cenderung menyukai untuk mengevaluasi tugas secara berkelompok daripada secara individu. Karena lebih ringkes, juga akan kelihatan, mana yang benar-benar berkontribusi. If You Want to Go Fast, Go Alone. If You Want to Go Far, Go Together.~African Proverb

Bulan kemarin juga belajar mengenai waktu. Jadi semakin eman-eman sama waktu. Saya sebenarnya was-was kalau kegiatan duniawi ini menghalangi beberapa hal dalam beribadah. Naudzubillah. Semoga Allah selalu menjaga saya, bahwa kesibukan saya merupakan bagian ibadah kepadaNya. Semoga Allah selalu menjaga kami dalam kesulitan-kesulitan yang ada serta memberikan selalu jalan kemudahannya. Saya merasa pekerjaan saya tiada habisnya, saya selalu berdoa, kalau pun semuanya bisa lancar dan selesai dengan baik, sungguh campur tangan Allah tak lepas dari perjalanan ini. Apalah saya yang masih belum selalu bisa mengusahakan yang terbaik. Saya berharap bulan ini menjadi lebih baik, seiring turunnya hujan yang menyejukkan harti dan jiwa yang kering. Aamiin <3

Hmm, apalagi ya, oh iya ada pelajaran juga yang bisa dipetik terkait dengan menjalin kemesraan di depan umum, meskipun sudah menikah. Random banget ya postingannya. =)) Ya, beginilah, kuingin merangkum beberapa pelajaran saja. Yak, jadi tak semua hal privasi harus ditunjukkan ke ruang publik, apalagi sesuatu yang intim. Sebaiknya disimpan, ya kalau yang melihat sudah menikah mah masih dipikir biasa, kalau yang jombs kan kasihan juga =)). Enggak, sebaiknya memang bisa menjaga privasi.

Sudah segitu saja. πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published.