Ulasan Perjalanan Penelitian 2019

Alhamdulillah, sudah di penghujung tahun 2019, tahun ini memang tak terasa cepat sekali berlalunya. Tahun yang cukup produktif untuk saya dalam berdiskusi dan terlibat dalam penelitian karena salah satunya saya menjadi ketua dalam program hibah penelitian dan yang satunya saya sebagai support system. Bagi saya, tahun ini dalam hal penelitian, impian saya bisa dibilang tercapai karena saya berhasil menjalin kerjasama penelitian lintas ilmu dan antar fakultas. Saya sangat senang dengan hal ini karena semakin memperkaya kebermanfaatan keilmuan yang saya miliki. Alhamdulillahnya juga, saya punya asisten-asisten yang saya hire sesuai bayangan saya dengan tugasnya yang lebih banyak belajar bersama saya. Alhamdulillah, meski masih sangat pemula, setidaknya saya punya tim yang cocok dan sevisi misi dalam mengelola dan mengatur penelitian kami ke depannya. Selama satu tahun ini pun, hampir setiap seminggu sekali kami mengadakan diskusi dan pertemuan, untuk menyatukan ide, bertukar pendapat, maupun mengkaji beberapa hal ilmiah yang telah kami tuangkan dalam bentuk prototype, draft paten, draft jurnal-jurnal maupun paper-paper conference. Di sini, saya memiliki 2 tim yang masing-masing mengerjakan penelitian berbeda, namun masih satu irisan. Ya, menarik saja menurut saya, daripada harus melakukan penelitian secara individu.

Okelah, kepanjangan preambulenya πŸ˜€ Jadi sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya hanya ingin merangkum beberapa perjalanan saya yang setapak demi setapak merangkak untuk terus belajar di kancah penelitian ini. Untuk postingan di tahun-tahun sebelumnya, bisa dibaca artikel-artikel berikut.

Sepak terjang penelitian-penelitian ini saya ambilkan dari beberapa pengindeks yang sering digunakan untuk mengetahui rekam jejak tulisan/artikel ilmiah. Saya samakan dengan tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2018, sebagai pembanding.

  1. RESEARCHGATE

Saya sudah memiliki akun ini semenjak S2. Saya menggunakan akun ini untuk mengikuti beberapa artikel yang sesuai dengan research interest saya saat ini atau minimal yang berdekatan atau paling tidak masih satu keminatan secara mayor. Karena saya sering follow artikel-artikel sejenis, terkadang saya direkomendasikan artikel-artikel juga yang mirip dengan yang sering saya ikuti. Hal ini cukup membantu saya, terutama dalam menemukan ide-ide penelitian. Tak jarang, beberapa referensi saya yang saya gunakan penelitian tahun ini atas rekomendasi artikel yang disarankan ResearchGate. Hampir setiap hari saya membuka akun ini dan selalu ada yang baru. Eh, ada lagi fitur jobs, dan dari sini saya sempat apply Phd ke salah satu univ di Belanda yang menawarkan program double degree, ya meski belum diterima, tapi fitur ini juga bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang relate dengan research interest kita. Itulah mengapa, saya selalu menggunakan sosial medianya para researcher ini πŸ™‚

Perbandingan dengan tahun lalu.

  • RG Score: 9.95 (tahun 2019) |
  • Total research interest : 285.0 (tahun 2019) | 123.4 (tahun 2018)
  • Jumlah sitasi: 101 (tahun 2019) | 51 (tahun 2018)
  • Jumlah artikel yang direkomendasikan: 22 (tahun 2019) | 3 (tahun 2018)
  • Jumlah reads: 50.603 (tahun 2019) | 24.072 (tahun 2018) –> jumlah yang cukup signifikan
  • H-index termasuk self-citation: 6 (tahun 2019) | 5 (tahun 2018)
  • H-index tidak termasuk self citation: 5 (tahun 2019) | 3 (tahun 2018)

Alamat researchgate saya bisa dilihat di sini.

2. SCOPUS

Ini ni pengindeks yang cukup terkenal di kalangan akademisi dan peneliti seluruh dunia yang tujuannya untuk menimbang apakah artikel ilmiah yang terindeks cukup layak atau valid dijadikan rujukan ilmiah secara internasional. Artikel yang ada di sini bisa berupa jurnal internasional atau pun paper conference (hasil seminar internasional bereputasi).

Perbandingan dengan tahun yang lalu:

  • Jumlah dokumen: 20 (tahun 2019) | 16 (tahun 2018)
  • Jumlah sitasi: 45 (tahun 2019) | 25 (tahun 2018)
  • h-index: 4 (tahun 2019) | 3 (tahun 2018)

Dari sini tampak bahwa saya tahun sebelumnya agak kurang produktif sehingga tidak terlihat cukup banyak perbedaan dalam hal jumlah dokumen. Masukan untuk tahun depan untuk lebih ditingkatkan lagi. Ya, semoga ada waktu dan kesempatan. Aamiin <3

3. GOOGLE SCHOLAR

Ini pengindeks yang paling umum, yang bisa terindeks mulai dari artikel biasa baik jurnal nasional maupun internasional, handout, buku dan lain-lain. Yang di akun saya ini, adanya buku, paper dan artikel. Dari pengindeks ini, hasil rekam jejak penelitian dibanding tahun sebelumnya cukup tajam, terutama dalam jumlah sitasi. Alhamdulillah jika beberapa artikel bermanfaat. Ternyata, artikel-artikel saya zaman kuliah S2 yang output tugas kuliah cukup banyak disitasi. Tak menyangka. Buku “Implementasi Data Mining Menggunakan Weka” yang terbit di tahun 2018 ternyata juga sudah ada 10 sitasi. #hamdallah. Gini ini senengnya kalau bermanfaat. Semoga bisa lebih baik lagi tahun depan. Aamiin.

Perbandingan dengan tahun lalu:

  • Jumlah sitasi: 166 (tahun 2019) | 73 (tahun 2018)
  • h-index: 8 (tahun 2019) | 5 (tahun 2018)
  • i-10 index: 7 (tahun 2019) | 2 (tahun 2018)

Alamat Google Scholar saya, bisa diakses di sini.

4. SINTA

Kalau yang ini pengindeks nasional dari Indonesia ya, yang punya akun-akun di sini adalah murni ilmuwan dan dosen di Indonesia yang sudah memiliki Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN). Sejak pertengahan tahun 2018, NIDN saya baru keluar dan diwajibkan mendaftar ke akun ini, agar mudah tracking penelitiannya. Selain penelitian ada juga buku dan Intelectual Property Right (IPR) juga terindeks di sini. SINTA ini sebenarnya menggabungkan pengindeks Scopus dan Google Scholar, baru-baru ini ada tambahan pengindeks yang nampaknya belum aktif di SINTA, yaitu Web of Science. Konon, katanya pengindeks ini jauh lebih susah ketimbang Scopus. Benarkah? Yo mbuh, durung njajal. πŸ˜€ Saat ini, akun SINTA masih down, kalau sudah tidak trouble akan saya update postingan ini. :))

Itulah 4 pengindeks yang biasa digunakan atau familiar digunakan belakangan ini. Terlepas dari pengindeks-pengindeks itu pun sebenarnya inginnya menulis itu tetap jalan, ngoding tetap jalan dan penelitian juga tetap dilakukan, serta kerjasama perlu diteruskan. πŸ™‚

Alhamdulillah, pencapaian di tahun 2019, beberapa tulisan yang telah dipresentasikan maupun masih dalam tahap review belum terindeks di tahun ini (ya, iyalah :D) kemungkinan besar akan terindeks di tahun depan 2020. Bukan membandingkan diri ini dengan siapa-siapa, melainkan membandingkan diri ini yang sekarang dengan yang sebelumnya. Karena pencapaian seperti ini tak bisa dibandingkan, masing-masing pasti punya momen perjalanan penelitiannya masing-masing. πŸ™‚

Semoga bisa lebih bermanfaat, semoga tetap bisa berkarya lebih baik. Siap menghadapi 2020, bismillah :)) Tetap semangat πŸ™‚

@baiti jannati, sebelum subuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.