Ramadan di Tengah Pandemi

Alhamdulillah, tahun ini kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadan. Bulan yang menyimpan banyak keberkahan di dalamnya. Setiap Ramadan adalah bulan kontemplasi yang mencuci diri kita sehingga saat keluar darinya kita menjadi hamba yang “bersih” dan harapannya segala amal ibadah kita diterimaNya. Taqaballalahu minna wa minkum.

Tahun ini nuansa Ramadan tampak berbeda, untuk saya pribadi sudah berbeda ditambah dengan berada di tengah pandemi Covid-19. Ini adalah tahun ketiga Ramadan dengan keluarga kecil kami dan ini adalah Ramadan pertama baby N yang semingguan lagi memasuki usianya yang ke-3 bulan 😁. Ramadan pertama dengan suami dulu masih di kontrakan, Ramadan tahun kedua sudah di gubuk kami sendiri, Ramadan ketiga ditambah satu anggota keluarga yang namanya sudah masuk ke dalam KK. Alhamdulillah.

Secara umum,tahun ini secara ibadah agaknya berbeda. Di tengah pandemi ini, kami tidak melaksanakan salat di luar rumah, meski pun beberapa mushola tetap menggelar tarawih. Kami hanya ingin pandemi ini segera berakhir dan rantai penyebarannya segera terputus. Semoga usaha ini dihitung sebagai ibadah. 🤲

Pandemi ini adalah sebuah ujian bahwasanya manusia itu lemah. Dengan ujian, manusia diminta untuk berfikir, dan dengan ujian manusia diminta untuk berbenah. Oleh karena itu, lepas pandemi masing-masing dari kita akan menjadi pribadi yang seperti apa sangat tergantung dengan aktivitas harian kita, termasuk di dalamnya mencakupi ibadah-ibadah harian kita. Hmmm benar kan ya kalau mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi itu seyogyanya diniatkan ibadah? Mbak Dewi Nur Aisyah pernah bilang kalau tiap hari kita tidak merasa lelah, boleh dipertanyakan, apakah ada kebaikan-kebaikan yang terlewat di hari itu? Semoga ya semoga dan selalu, kerja, momong anak, dst semuanya diniatkan ibadah. Gak mudah buat saya pribadi yang masih banyak luputnya, namun semoga usaha-usaha yang dilakukan dapat sedikit demi sedikit mendulang kebaikan-kebaikan. Aamiin

Bagaimana pun juga bulan Ramadan tetap harus berbeda dengan bulan lainnya, karena bulan ini Allah lagi diskon besar-besaran. Semoga kita sama-sama bisa maksimal atau minimal mengusahakan untuk maksimal. Aamiin. Meski kondisi pandemi ini menggerus nuansa Ramadan yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, namun Ramadan tetap Ramadan yang di dalamnya banyak keberkahan.

Tak terasa sekarang sudah pertengahan bulan Ramadan. Sebentar lagi ada malam-malam mulia di bulan Ramadan. MasyaAllah. Semoga Allah senantiasa memberi kita rezeki yang lapang, karena rezeki di sini memiliki makna yang sangat luas. Semoga Allah senantiasa membimbing diri ini yang masih labil dan kurang bisa menekan hawa nafsu. Semoga Allah titipkan kebaikan-kebaikan di tenga-tengah kesibukan. Semoga cita-cita dunia tidak mengubur keinginan untuk mengejar cita-cita akhirat. Semoga pandemi di bulan Ramadan dapat membuat diri ini lebih baik lagi. Aamiin.

Selamat menjalankan ibadah puasa 💞

@baiti jannati, selepas Subuh, selepas mengASIhi baby N

1 thought on “Ramadan di Tengah Pandemi

  1. Pingback: Ramadan di Tengah Pandemi (2) | Selamat Datang…

Leave a Reply

Your email address will not be published.