ASIP yang Terbuang

Dua puluh tujuh Maret dua puluh dua satu lalu, aku telah memantapkan hati untuk membersihkan isi freezer, yang artinya membuang ASIP yang memang sudah expired. Antara tega dan tak tega, tapi buat apa aku menyimpannya? Toh juga udah expired, sudah 6 bulan, terakhir pumping ternyata bulan Agustus. Aku sudah jarang menggunakan ASIP semenjak MPASI. Pernah beberapa kali terpakai karena mau mengajarkan N pakai dot, meski bisa, tapi tak sebanyak DBF, tapi tidak bisa dibilang sedikit juga. Pernah kutinggal sebentar dan aku meninggalkan ASIP untuk N. Tapi, memang tidak lama masa itu, sampai sekarang juga DBF disambi dengan mengerjakan banyak hal. Alhamdulillah. 🤲🤗 Kalau pun mau ninggal untuk keperluan sebentar, biasanya aku aku pumping seperlunya, hingga stok yang ada memang fresh.

Penampakan ASIP yang terbuang karena sudah expired

Menurut konselor laktasi yang pernah aku kunjungi, bidan Siti, di Rumah Bidan Rina, kandungan ASI itu mengikuti perkembangan bayi, jadi, aku pikir memang DBF itu sudah yang terbaik, didukung dengan aku yang lebih banyak WFH. Alhamdulillah, Allah mudahkan, hingga sekarang an 14m, kebutuhan ASI masih cukup dan tak jarang masih harus menggunakan breast pad agar aman dari “banjir”.

Kalau mengingat perjuangannya sungguh berharga ya menyimpan ASIP itu. Mulai dari harus menyediakan waktu per 2 jam setelah DBF, mengurangi waktu istirahat, mensterilkan botol dan corong (aku menggunakan metode manual yaitu direbus ya 😅, jadi kebayang kan ya ribetnya?). Maka dari itu, waktu mau membuangnya juga antara ya dan tidak. 🤭 Kalau aku bilang sih ya, bener-bener penuh perjuangan, cinta dan pengorbanan. Pernah juga cerita di sini waktu masih awal-awal menyusui dulu. Semoga Allah berkahi N ya atas rezeki ASI yang N dapatkan melalui Bunda. Aamiin 🤲🤲🤲

Buat para Bunda yang sedang berjuang, semangat terus ya, selamat mengASIhi dengan cinta karenaNya ❤️

@baiti jannati, ba’da Ashar #latepost

Leave a Reply

Your email address will not be published.