Sudah Ngapain Aja di Usia 25 Tahun?

Saat 25 tahun kamu udah ngapain saja?

Lagi trending bahasan tentang umur 1/4 abad ini, seakan-akan jadi threshold buat pencapaian-pencapaian tertentu. Padahal, tentunya beda orang akan punya timeline dan standar sendiri.

Idealnya sih di umur segini paling tidak sudah bisa ini bisa itu, sudah begini, sudah begitu kalau menurut beberapa pandangan di lingkungan kita. Apalagi kalau sudah menikah di usia ini, berarti setidaknya harus ada bekal. Buat cewek paling enggak harus punya bekal sifat mandiri dan cerdas dalam membangun komunikasi dengan suami. Mandiri bukan untuk tidak menghargai pasangan, melainkan membangun kerjasama yang baik dengan suami. Cerdas bukan untuk menggurui, namun cewek harus punya peran berarti dan bisa menyeimbangkan proses diskusi dalam komunikasi Rumah Tangga, setidaknya bisa memberikan kontribusi melalui sumbangsih pikiran kritis untuk kebaikan keluarga dengan hati. Bukan begitu? Eh, kok cewek doang, cowok gimana? ya, karena aku cewek ya fokus dulu untuk mengembangkan diri sendiri. Jodoh nanti lak cerminan kita. ๐Ÿ˜ Keduanya harus seimbang, saling mengisi. Lah..topiknya jadi Rumah Tangga ini nanti ๐Ÿ˜…. Ok, puter balik…

Apa pun itu di umur produktif yang idealnya sudah punya penghasilan sendiri, tapi sebenarnya, tetap kita yang paling tahu kita itu sebenernya maunya apa, kan? sukanya apa? Yep, menurutku, paling nggak di usia ini kita udah bisa filter lingkungan yang baik buat masa depan kita and hereafter tentunya, bisa ambil keputusan (besar) sendiri, dealing with problems wisely, agar tidak terombang ambing pengen ini itu tapi sebenernya bukan itu yang kita mau, karena belum mampu mengenali diri sendiri. Di fase ini justru harus banyak bergantung padaNya, karena dunia ini keras, biar tiap masalah dapat berkahnya buat diri ini lebih baik dan lebih dewasa serta bikin hati ayem tentrem layaknya minum es degan di tengah teriknya sang  matahari. ๐Ÿธ๐ŸŒž

Berhubung aku udah ngelewati fase transisi ini, jadi aku bisa sharing tentang ini. Pada fase ini memang banyak pertanyaan yang tak jarang ‘mengganggu’ karena you know, apa yang lingkungan harapkan dari cewek di usia ini kan? Pertanyaan mainstream yang kadang dilontarkan oleh orang yang tidak terlalu mengerti kita banget. Tapi, I won’t distract my lines based on what Allah decides for me. So, I choose to be happy and do many great things before I ready to further steps with bigger dreams. Aku percaya bahwa Allah beri kesempatan aku untuk bermanfaat lebih banyak dengan banyak membekali diri dulu. โ˜บ๏ธ๐Ÿ˜

Secuplik perjalanan di usia 25

Alhamdulillah, diusia ini dulu:
โ˜˜๏ธ Sedang S2 dengan beasiswa penuh dari Dikti. Beasiswa Unggulan calon dosen ini mengcover semua biaya perkulihanku, biaya kosku, tunjangan buku, tunjangan penelitian dan tunjangan buku. Besarnya setara dengan gaji fresh grad programmer di Surabaya waktu itu. Mana per periode itu bisa naik nominalnya. Alhamdulillah. Jadinya fix di usia ini aku sekolah lagi tanpa repotin ortu sama sekali dalam hal keuangan. Dari sini aku udah financially independent. Jadi, aku sudah belajar mengatur keuanganku sejak S1.

โ˜˜๏ธAku masuk ke tim project dosen untuk penelitian tebu dan terjun langsung ke lapangan, survei ke kebun2 tebu di Malang Selatan kerjasama dengn KKP3N. Dari riset ini jadi topik tesis juga dan publikasi lainnya juga selama aku S2. Ini merupakan awal aku terjun beneran dalam dunia penelitian yang tidak hanya review paper-ngoding-nulis, tapi bener-bener seberapa manfaat nih penelitian untuk bidang lain. Ini juga yang bikin semangat aku untuk melakukan penelitian kolaborasi dengan lintas keilmuan.
โ˜˜๏ธ Pertama kali ikut international conference dari hasil penelitian project tadi. Ini pertama kali aku presentasi di forum ilmiah pakai bahasa Inggris. ๐Ÿ˜‚ Cerita selengkapnya di sini. Ini juga sebenarnya rencanaku yang sukses setelah sebelumnya nyoba untuk mencoba ikut seminar nasional. Alhamdulillah, ini awal aku menuju ke conference-conference selanjutnya. Emang pengalaman itu guru yang terbaik.
โ˜˜๏ธ Gabung komunitas Female Developer di Surabaya, bikin apps Surabaya Heritage yang creatornya cewek semua. Kumpul dengan para cewek geek memang beda, logikanya main semua, pinginnya maju semua. Komunitas yang encourage to be better women engineering memang. Beberapa cerita tentang Female Developer ada di sini.
โ˜˜๏ธ Join Paguyuban beasiswa Unggulan Dikti ITS bikin acara Social Devotion dan Scientific Meeting di Makasar. Untuk ke sekian kalinya aku naik pesawat pakai uangku sendiri. Mulai pengalaman pertama kali naik pesawat hingga sekarang alhamdulillah pakai uangku sendiri.
โ˜˜๏ธ Total ada 7 publikasi nasional dan internasional (belum Scopus sih) yang merupakan hasil penelitian. Pada tahap ini juga aku mulai membuat akun-akun tentang publikasi ilmiah seperti Google Scholar dan ResearchGate. Ahamdulillah semoga semakin banyak manfaatnya.
โ˜˜๏ธ Ujian proposal tesis yg ‘dibantai’ dengan revisi mayor ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Tapi beneran membawa defense berjalan mulus dengan super duper minor revision saking aku kupas beneran metode usulannya. Tentunya dibantu temenku yang baik hati, Izzah. Aku mengusulkan metode pengembangan Regresi Linear yaitu Stepwise Linear Regression. Opo iku? Cus sini aja kalau mau kepo. Turunan penelitian dari sini juga banyak akhirnya. Alhamdulillah wasyukurillah.
โ˜˜๏ธ Setelah sekian kali tertolak nyoba daftar exchange pas S2 di kawasan Asia (padahal partial scholarship), Erasmus+ nerima aku dengan fully funded. Allahu Akbar. Tentang apa yang aku dapat di Erasmus aku cerita di sini. Ini gerbang yang mengantarkanku dengan pengalaman yang lebih kaya, dapat travelling ke 15 negara di Eropa gratis ya Allah ๐Ÿ˜ญ dan interview dengan Google juga pengalaman yang luar biasa. Aku udah pernah cerita di sini. Hikmah tertolak ternyata Allah mau kasih aku yang lebih-lebih. MasyaAllah. Alhamdulillah.
โ˜˜๏ธ Dikelilingi sahabat-sahabat sholehah yang selalu ingetin aku sampai sekarang dalam kebaikan. Until jannah Insyaallah โค๏ธ Kalau aku jadi suka ikut kajian, dengerin kajian, dengerin konten yang lebih berfaedah, itu karena teman-temanku di fase ini salah satunya. Punya temen kayak gini itu langka. kudu dieman. ๐Ÿ˜
โ˜˜๏ธ Wisata kuliner, wisata masjid, dll bahkan aku juga menghabiskan waktu dengan teman-temanku meski cuma hangout makan bareng.

….dan mungkin masih banyak hal kecil-kecil yang gak aku sebutin di atas. Termasuk skill memasakku yang baru dimulai, rutin ikut olahraga seminggu 2-3 kali, belum kursus-kursus Bahasa yang bikin kayang ๐Ÿ˜‚ dan masih banyak lagi. ๐Ÿ˜… Aku memang maunya, aku disibukkan dengan hal bermanfaat agar akunya gak kebanyakan ngelamun๐Ÿ˜….

Diterima seleksi untuk terbang ke Eropa belajar ke Warsaw University of Technology dengan cuma-cuma.

Well, lika-liku tentu ada, downs stories apalagi yang mana gak tergambar pada foto. Foto mah ambilnya yang seneng-seneng saja. Waktu-waktu sleepless, exhausted, dan terkadang mood yang menurun tak ditunjukkan. Tapi percayalah, semuanya itu butuh perjuangan dan pengorbanan dan poinnya adalah hikmah serta pelajaran yang bisa diambil di setiap tahapnya. There is no free lunch. Allah tidak melihat hasil, tapi proses karena setiap proses itu adalah ibadah kepadaNya, soal bagaimana kita meningkatkan iman dan tauhid kita, di mana pun kita berada.

Jika kita di tahap ini gak seperti si A si B si C, ya memang kita tak bisa dibandingkan, apalagi kalau cuma parameternya pada hasil. Kadang kita tak jarang terjebak dengan pikiran kita sendiri serta tak jarang pula ketakutan memulai karenanya.

โ€œIf you donโ€™t go after what you want, youโ€™ll never have it. If you donโ€™t ask, the answer is always no. If you donโ€™t step forward, youโ€™re always in the same place.โ€ โ€” Nora Roberts

Semangat ya buat kamu yg ada di tahap iniโ˜บ๏ธ. Yuk bisa yuk. Give value for yourself! Appreciate your progress and be a wonderful for yourself and then others.

๐Ÿก At baiti jannati. Malam. Jangan lupa selipkan doa untuk saudara-saudara kita di Palestina.๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Leave a Reply

Your email address will not be published.