Rekomendasi Aplikasi untuk Keseharianmu Saat Berada di Jepang

Assalamualaikum, sahabat Arumsha. Wah tak terasa sudah bulan September, tandanya di Jepang ini sudah mulai persiapan untuk tahun ajaran baru di bulan Oktober nanti. Menurut informasi juga, Jepang sudah mulai membuka border untuk turis meski masih dengan prosedur yang ketat. Selain itu, visa kunjungan sementara juga sudah berlaku. Pun saya juga menerima informasi kalau beberapa rekan akan melakukan kunjungan dinas ke Jepang. Ah senang sekali ya bisa berkunjung ke Jepang, welcome! Buat kamu-kamu yang baru pertama kali masuk ke Jepang dan sama sekali tidak bisa bahasa Jepang, bagaimana nih bisa survive di awal-awal kedatangan ke Jepang? Nah, pada artikel kali ini, saya akan mengupas aplikasi-aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk membantu kamu beraktivitas di Jepang berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan Android mobile. Apa saja aplikasi itu? Yuk, simak bersama.

  1. Google Lens

Google Lens ini penting banget buat kita-kita yang buta huruf katakana, hiragana maupun kanji. Algoritma di Google Lens ini sudah lebih dari cukup untuk mengkonversi karakter Jepang ke dalam tulisan latin, pun kita bisa langsung menerjemahkannya ke dalam beberapa bahasa. Taraaa! You do need to much worry! Meskipun sudah bisa kita baca dan terjemahkan, namun terkadang ada beberapa hal atau istilah yang mungkin kita belum paham. Jadi, kalau misalnya ada hubungannya sama dokumen penting atau berharga, bisa memakai translator kalau di city hall, atau bertanya ke kawan yang bahasa Jepangnya lancar, atau pun mengajak teman yang asli Jepang untuk berkomunikasi. Hampir sebagian besar aktivitas sehari-hari menggunakan Google Lens ini, terutama saat belanja untuk melihat bahan makanan yang dikandung dalam suatu makanan atau jalan-jalan πŸ˜€

2. Google Translate

Wah, ini adalah aplikasi yang tidak kalah penting. Google Translate will be your close friend. Bahkan kamu tinggal menyodorkan HP kamu, pencet tombol microphone ke orang yang sedang berbicara bahasa Jepang dan kamu sudah dapat terjemahannya. Pun sebaliknya. Agak takes time, tapi ini membantu banget. Ya, saya sudah mengalaminya setiap hari untuk komunikasi dengan sensei di sekolahnya N, setiap datang dan pulang. Sejauh ini masih lancar-lancar dan aman-aman saja, termasuk pernah ada trouble terkait dengan masalah pembayaran sekolah. Dipikir-pikir prosesnya ribet dan ada miss understanding saat pengisian data karena ada satu field yang tidak sinkron. Alhasil dengan Google Translate pun berjalan lancar πŸ˜€ I must be thanks to Google Translate! Pernah juga ke Rumah Sakit karena ada sebuah tragedi, tepatnya ke 1 klinik dan 2 Rumah Sakit yang semua petugasnya kebanyakan pakai bahasa Jepang. So far, Google Translate help us a lot!. Untuk beberapa public service biasanya mereka juga disediakan petugas yang bisa bahasa Inggris, apalagi kalau tujuan kamu adalah lingkungan internasional akan lebih mudah untuk komunikasinya. Menariknya lagi, ada yang bisa bahasa Indonesia lho! Kadang petugasnya mengajak ngobrol pakai bahasa Indonesia πŸ˜€ Pernah mengalami ini saat di city hall dan di tempat wisata πŸ˜€

3. Halal Japan

Ini super penting untuk punya menurut saya, HALAL JAPAN!. Dengan subcription IDR 20K sebulan, kita sudah mendapatkan fasilitas yang pro sehingga kita bisa mengeksplorasi dan mencari mana makanan, sabun, atau perlengkapan lain yang halal kita konsumsi. Jadi, kita tinggal scanning barcode dalam suatu kemasan, kemudian kita bisa mendapatkan informasi mana makanan halal dan mana yang tidak. Terkadang tidak semua makanan yang kita scan ada di dalam database, meski pun selalu ada update berkala dari Halal Japan. Jika makanan yang kita maksud tidak ada di Halal Japan dan kita penasaran apa saja bahannya, kita juga bisa melihat ingridients melalui hasil pindai dari Google Lens, cek kembali apakah ada margarin, elmusifier, shortening, gelatin, butter, alkhohol, sake, mirin, produk olahan hewan. Untuk margarin, elmusifer, shortenning, gelatin dicek kembali karena ada yang plant based ada yang animal based, kalau yang plant based, InsyaAllah masih aman dikonsumsi. Untuk butter dipastikan juga apakah ada bahan atau produk hewani lain yang mengkontaminasi. Sebagai tambahan, jika misalnya ada suatu bahan makanan yang sekiranya ragu halal atau haramnya bisa juga cek melalui E-code verfifier (ini yang pernah saya lakukan di Eropa dulu). Misalnya saya bingung, bahan gelling agents ini halal atau tidak, saya bisa cari E-numbernya untuk bahan tertentu, kemudian bisa dicek dengan aplikasi tambahan semacam E-code verifier. Untuk mendapatkan E-numbernya, kita juga bisa menggunakan source lain dengan melihat bahan spesifik dari gelling agents itu seperti di sini. Overall, jika beneran ragu, mending tinggalkan (tidak perlu dikonsumsi) dan cukup mengkonsumsi apa yang diyakini halal.

4. Muslim Pro

Di setiap negara 4 musim akan selalu memiliki waktu sholat yang berubah-ubah mengikuti musim yang berjalan saat itu. Tidak seperti di Indonesia, yang perbedaan waktu sholat dari waktu ke waktu tidak terlalu signifikan, di Jepang perbedaan waktu bisa terjadi bahkan saat musim transisi, semisal dari musim semi ke musim panas, dari musim panas ke musim gugur. Oleh karena itu, melihat durasi waktu sholat secara berkala menjadi prioritas. High recommended application from us is Muslim Pro! Fiturnya sangat lengkap sekali, selain kita bisa melihat waktu sholat, juga kita bisa dekat dengan Al-Qur’an di mana pun kita berada. Kita bisa menandai sampai di mana bacaan Al-Qur’an kita dan juga dilengkapi dengan tadjwid melalui warna-warna yang berbeda. Terjemahannya pun kita bisa set ke dalam bahasa Indonesia. Ada doa-doa harian juga menurut hadis, pun dzikir pagi dan petang. Selain itu, juga ada fitur tasbih yang kita bisa manfaatkan secara maksimal. Ada juga fitur yang menunjukkan masjid terdekat dari posisi kita saat ini. Fitur ini bisa juga dipadukan dengan Google Map ya, biasanya lebih lengkap.

5. Japan Transit

Buat kalian yang bingung mau berkunjung dari satu tempat ke tempat lain pakai transportasi apa, bisa menggunakan Japan Transit. Di sini ada beberapa pilihan rute yang kita bisa gunakan pun ada estimasi waktu berdasarkan opsi-opsi tersebut. Selain itu ada perkiraan harga tiket yang perlu kita keluarkan jika kita menggunakan transportasi menggunakan rute tersebut. Menarik bukan? So-so dengan Google Map dalam versi yang lebih ringkas untuk keperluan menggunakan public transportation dalam perjalanan.

6. Google Map

Wah ini sudah default ya, wajib punya Google Map. Ini untuk saya selaku goweser yang kemana-mana di dalam satu kota wajib punya ini untuk menjaga saya tetap di track yang seharusnya. πŸ˜€ Dalam Google Map kita juga bisa mencari sightseeing terkedat atau tempat-tempat umum lainnya. Sayangnya fitur on ride tidak berfungsi, hanya ada ikon saja, sehingga biasanya pakai track mobil atau pejalan kaki. Untuk track nggowesnya kadang berdasarkan pengalaman πŸ˜€ Mungkin ini yang dimaksud kadang User Interface tidak sama dengan User Experience? Begitu kah? πŸ˜€

7. JapanTaxi

Saya belum pernah menggunakan ini, akan tetapi sudah terinstall di HP saya, karena pernah disarankan oleh senpai-senpai di sini. Ini untuk keadaan emergency, misalnya tengah malam pengen ke Rumah Sakit, jadi tinggal pesan melalui Japan Taxi. Ini 24 jam, modelnya mirip kalau kita pesan GrabCar atau GoCar kalau di Indonesia. Tinggal nunggu di titik jemput kemudian dianter ke tempat tujuan. Berdasarkan pengalaman, untuk Japan Taxi ini harus punya nomor HP Jepang terlebih dahulu, jadi kalau belum punya, tidak bisa melakukan registrasi.

8. NAVITIME

NAVITIME ini semacam TripAdvisor, tapi lebih spesifik untuk di Jepang. Terkadang saya sering menggunakan aplikasi ini untuk memberikan informasi terkait dengan Disaster Information. Jadi, misalnya ada heavy rain, thunderstorm, atau gempa biasanya langsung muncul notifikasi peringatan. Saya juga install aplikasi Yurekuru Call yang merupakan aplikasi sejenis, yang lebih spesifik mengenai tanda bahaya akibat bencana. Yang menarik, di NAVITIME ini sebenarnya bukan hanya informasi bencana, melainkan juga informasi-infomasi seperti yang ada Google Map namun spesifik untuk turis seperti letak money changer, ATM, tourist information. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur itenerary yang bisa kita baca-baca jika ingin berkunjung ke salah satu prefekture atau kota yang ada di Jepang plus beserta perkiraan harganya. Menarik bukan? Yang paling penting lagi, pakai Bahasa Inggris πŸ˜€

9. NHK world

Kalau ini untuk berita ya, biasanya di NHK ini kalau ada hot news juga memberikan notifikasi atau kalau ada peringatan bencana di NHK diberi tahu, jadi langsung muncul pada notifikasi. Selain NHK, untuk berita-berita ini bisa juga install The Japan Times atau Nikkei Asia. Cuma saya prefer follow akun Twitternya saja πŸ˜€ Kalau di NHK ini saya install lebih karena ada notifikasi peringatan bencana.

10. Yahoo Weather

Ini juga tidak boleh ketinggalan πŸ˜€ Pastikan tidak salah kostum ketika keluar rumah dengan cek terlebih dulu suhu hari ini. Apakah ada potensi hujan atau tidak? Di Indonesia, ini tidak perlu-perlu amat, hanya saja kalau di negara empat musim, ini sudah menjadi kebiasaan yang hampir setiap hari selalu dibuka πŸ˜€ Karena kan probabilitasnya sangat kecil jika 24/7 mau di indoor terus kan? πŸ˜€ Jadi sebelum keluar rumah bisa melihat Yahoo Weather dulu. Tapi pernah juga sih, perkiraannya ini tidak akurat. Hmm, namanya algoritma prediksi ya, jadi bisa berubah-ubah. Biasanya kalau mau keluar siang jam 10, cek kembali prediksi cuaca di jam 7 agar lebih akurat prediksinya.

11. LINE

Sudah lebih dari 5 tahun saya uninstall LINE karena merasa tidak terlalu efektif sebagai media berkomunikasi saat itu. Eh, pas di Jepang, hampir semua komunikasi melalui messenger itu pakai LINE πŸ˜€ Jadilah install kembali, mulai grup halaqoh muslimah di Okayama Islamic Centre, grup Lab di kampus, grup PPI, chattingan sama sekretaris sensei atau member di Lab semuanya pakainya LINE πŸ˜€ Tapi saya belum pernah sampai beli stickernya πŸ˜€ Kalau kamu pernah uninstall seperti saya, silakan install kembali demi komunikasi yang lancar πŸ˜€

12. PayPay

Salah satu dari sekian banyak hal di Jepang yang selain terkenal dengan sisi kecanggihan teknologinya, ada juga hal yang belum termordenisasi seperti halnya untuk interaksi belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket misalnya, kita masih harus menyediakan uang cash untuk pembayarannya, sampai recehnya itu banyak banget πŸ˜€ . Nah, tetapi ada beberapa tempat juga yang menyediakan pembayaran melalui e-wallet, meski tidak semuanya, dan yang paling mudah penggunaannya serta Top-Upnya ini adalah PayPay. Menurutku aplikasi ini termasuk ramah foreigner. Biasanya saya top up cash melalui mesin ATM yang ada di 7eleven. Yang paling memudahkan juga, dengan PayPay ini juga bisa digunakan untuk membayar tagihan air atau listrik πŸ˜€

13. Aplikasi tambahan lain seperti: Garbage Sorting App (Tergantung di masing-masing perfektur), aplikasi untuk di nursery school, aplikasi di bank yang digunakan. Tergantung kebutuhan pribadi masing-masing.

Di samping merupakan contoh aplikasi di Okayama untuk garbage sorting, yang bisa kita lihat jadwal membuang sampah di masing-masing daerah. Yang merah itu menunjukkan jadwal membuang sampah burnable. Yang hijau itu mnunjukkan jadwal membuang sampah recycle. Yang ada tanda garis miring merah itu adalah jadwal untuk membuang sampah unburnable. Untuk topik sampah ini juga menarik, di artikel terpisah mungkin ya.

Kalau misalnya kalian suka belanja online, mungkin bisa juga install Amazon, Mercari, atau Yahoo Auction. Tergantung preferensi masing-masing, ya.

Baiklah teman-teman, itu tadi beberapa rekomendasi aplikasi yang sering saya gunakan saat di Jepang. Semoga juga bisa bermanfaat, ya. Selamat berlibur ke Jepang πŸ‡―πŸ‡΅ Semoga perjalanannya lancar dan sehat selalu ya. Untuk pengalaman pertama saya saat menginjakkan kaki di negara Jepang di bulan April 2022 bisa dibaca di sini.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Terima kasih. See you 🌿🌿🌿

At Okayama-shi, weekend ceria di musim panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.