Private School atau Public School?

Haloo readers setia blog Arumsha. Assalamualaikum..

Masih ada sambungannya dengan artikel sebelumnya ya? Jika berkenan untuk berkunjung dan membaca, silakan menuju tautan berikut. Memilih sekolah, mulai daycare, di sini tidak serta merta milih, daftar, masuk. Meskipun itu di private school. Jadi, semua harus terdaftar di balai kota terlebih dahulu dan tidak mudah mendaftarnya karena beberapa berkas penting harus disiapkan sebelumnya. Soal perlu bisa Nihongo atau tidak, sepertinya tidak perlu-perlu amat, karena di balai kota sini sebenarnya ada translatornya. Kalau kami, alhamduliah semua dibantu prosesnya oleh sekretaris sensei kami langsung yang menggunakan full Nihongo.

Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?

  • Akta nikah kedua orang tua. Kalau belum ada terjemahannya, silakan diterjemahkan.
  • Buku vaksin anak dari Indo dibawa.
  • Residence permit yang sudah diurus sebelumnya (diberi alamat tinggal)
  • Buku tabungan dengan akun bank Jepang. Jadi nanti akan ditanya, anak di sini tanggung jawab siapa, karena pemerintah akan memberikan subsidinya via rekening yang dimaksud.
  • But well, buka akun bank ini tidak bisa sehari jadi gaes πŸ˜…. Pasalnya perlu punya nomor HP. Sementara, pesan nomor HP di Jepang itu juga tidak mudah, tidak bisa langsung jadi juga, masih butuh waktu paling cepat 24 jam untuk sampai ke alamat di residence permit. Selain itu butuh stamp identitas kita. Butuh waktu gaes.
  • Health insurance card. Ini dapatnya setelah mengurus residence permit. Kartunya itu juga baru datang beberapa hari kemudian.
  • Formulir yang buanyak yang harus diisi kebanyakan dalam Nihongo. Yosh!
  • [Nanti kalau tiba-tiba ingat ada tambahan, saya tambahkan di sini]

Pilihan sekolah

Pemilihan sekolah ini pertimbangannya adalah dekat orang tua kerja atau dekat rumah tempat tinggal. Dari balai kota itu ada semacam buku yang isinya semua sekolah beserta kuotanya dan diberikan kepada kita. Jadi kita bisa mengamati kuota yang ada di sekolah yang mau dituju, apakah penuh, apakah ada yang masih kosong. Berhubung N itu datang di bulan April maka sudah terlambat untuk masuk tahun ajaran baru, sehingga semua kuota public school sudah penuh. Jadi, pertimbangkan juga hal-hal ini jika mau menyekolahkan anak. Kita diminta memilih 3 pilihan sekolah sesuai preferensi. Dua pilihan pertama kami jatuh ke public school, selanjutnya karena public school penuh semua maka private school masuk ke pilihan ketiga. Iya, tetap harus masuk dalam daftar sekolah pilihan. Jadi kapan pun ada yang kosong di public school, bisa pindah langsung dengan follow up berkala informasi di balai kota. Jika kedua orang tua sama-sama bekerja, maka menjadi prioritas khusus dalam kuota ini (high priority). Prediksinya sih baru bisa masuk public school next year.

Sebenarnya, ada public school yang kosong untuk umur N saat ini, tapi jauh lokasinya, sekitar 30 menit PP menggunakan sepeda. Kalau transportasi umum? Sungguh di sini tidak efisien. Lebih terasa jauh lagi kalau nggowes saat cuaca dan suhu ekstrim seperti musim panas atau musim dingin.

Salah satu karya N di sekolah pas Hari Ayah di sini.

Jadi…

Tetap enak di public school karena pertimbangan harga πŸ˜…. Kalau secara kualitas di Jepang ini sudah standar, jadi memang kebanyakan Japanese ya di public school. Kalau di public school lebih banyak temannya. Tapi tetap terbatas kuota. Satu kelas bisa cuma 9-10 anak. Gemes banget pas visit ke public school diajak room tour dengan kepala sekolahnya ditemani sekretaris sensei di lab kami. Kawaaiii anak-anaknya. MasyaAllah..

Baiklah, sekian dulu ya informasi sekilas tentang public atau private school di sini. Semoga bermanfaat. See you πŸ’•

Berdamai dengan Kegagalan: Daftar Masuk S3

Blog ini vakum dua bulanan nyaris tiga bulan. Rasanya sudah kangen menulis, karena menulis itu sebuah penghiburan tersendiri buatku. Memang dalam beberapa bulan belakangan jadwal padat merayap ditambah amanah yang semakin anteb rasane. Bekerjaran dengan waktu, dengan tenaga yang menuntut untuk istirahat. Ya, dinamikanya sungguh membuat jiwa dituntut dalam mode “waras” selalu.

Ya, kali ini aku mau berbagi cerita aja tentang daftar kegagalanku (kok bangga? πŸ™ˆ) sebagai scholarship hunter kembali untuk studi lanjut S3. Ya, mungkin ini wes lumrah terjadi dan rasanya bukan sesuatu yang bikin depresi banget kalau ternyata di sini situ ditolak semua. Yang membuat berbeda dari pengalamanku sebelum-sebelumnya adalah kondisiku saat ini sudah berkeluarga (ada suami dan 1 anak sholehah yang belum genap 1,5 tahun). Dengan kondisi ini, aku tidak mudah dan tidak sembarang mengambil keputusan seperti waktu single dahulu, yang apa-apa ya ambil saja, ya go saja. Banyak pertimbangan, banyak constraint apalagi peranku sebagai istri dan ibu yang membuatku tetap harus taat, karena itu yang utama.

Continue reading

Random

Alhamdulillah. Lama tidak menuliskan kisah dalam blog ini. Apa kabarnya? Semoga tidak usang ya. Begitu banyak yang aku lalui beberapa minggu belakangan dengan berbagai macam cerita per bagiannya. Menjadi istri, ibu, dan working mom tentu menjadi sebuah tantangan. Lelah sudah barang tentu, tapi apa pun itu semoga lillah. Benar, tak perlu bergantung pada makhluk cukup bergantung kepadaNya. Pun tidak perlu mengharap kehendak makhluk yang jelas hati kita harus selalu tertaut denganNya. Hanya dengan mengingatNya hati akan menjadi tentram.

Tahun ini masih pandemi, entah sampai kapan akan berlalu. Hanya kuasa Allah dan segala ikhtiyar kita yang bisa kita lakukan hingga kini dengan segala harap Allah segera angkat wabah ini. Apa bisa kita mengkalkulasi kuasaNya? Tidak. Ya, kita hanya berharap yang terbaik.

Alhamdulillah, semoga kita tetap semangat menjalani hari.☘️☘️

MPASI 6m+ dan Persiapannya

Setelah beberapa artikel membhas newborn dan N juga sudah melalui fase newborn, sekarang aku mau bagi pengalaman soal MPASI pertama untuk N. Sebenarnya masih ada hal terkait kehamilan dan kelahiran yang belum tertulis, ya nyicil pelan-pelan ya mom, sambil mencari waktu πŸ˜‚. Artikel ini juga menjawab pertanyaan mamak-mamak yang pernah ngendon di inbox.

Continue reading

Perlengkapan Baby Newborn Agar Tidak Mubazir

Kembali lagi ke artikel sekuel Ibu dan Anak. Yak, nulisnya dicicil-cicil karena nunggu waktu santai dan moodnya ada πŸ˜…. Maklum akhir-akhir tahun begini kerjaan biasanya gemruduk minta diselesaikan semua. Oke, kali ini mau berbagi pengalaman saja tentang apa saja kira-kira yang perlu dipersiapkan untuk keperluan baby newborn agar apa yang dibeli tidak mubazir. Ini terutama untuk anak pertama ya, kalau misalnya sudah anak kedua dst mungkin sudah punya lungsuran dari kakak-kakanya, jadi tinggal beli yang sekiranya diperlukan.

Continue reading

WFH

Terhitung 8 bulan sejak diumumkannya lockdown, belum pernah sengaja merencakan keluar rumah untuk hal yang tidak mendesak seperti: jalan-jalan ke mall, makan di warung dan sejenisnya. Keluarnya saat antar N imunisasi, saat belanja, ke bidan atau ke tempat yang memang penting untuk dikunjungi. Di sini WFH bisa mengajarkanku bagaimana menekan ego.

Continue reading

Apa yang aku pelajari?

Lama tidak mengisi blog, nyaris 2 bulan, tahun ini nampaknya kurang konsisten dalam nulis blog ini.πŸ˜… Well, banyak hal berharga yang sebenarnya bisa aku tulis, sebagai bentuk refleksi maupun kontemplasi. Terutama semenjak masa cutiku berakhir, dan aku harus menjalankan peran secara penuh sebagai istri, bunda, dan ibunya anak-anak yang gak keitung lagi saking banyaknya ngopeni anak orang 😁 serta tak lupa bagaimana pun juga aku adalah seorang hambaNya yang terus mengharap doa. Alhamdulillah, dibalik capek ada kepuasan dan kesenangan tersendiri, ketika ada hal bermanfaat dari diri ini. Semoga bisa terus berbenah dan belajar mejadi jauh jauh jauh lebih baik. Aamiin. Apa yang aku pelajari dari menjalani peran-peran itu?

Continue reading

Hari ini

  • Hari ini tahun kemarin UK 7w 4d diberi kejutan mendengar detak jantung baby N. Alhamdulillah. Kini dia berusia 4 bulan 26 hari. Sudah bisa tengkurap dan telentang sendiri, nyaris merangkak.
  • Hari ini hujan turun membasahi bumi
  • Hari ini senang melihat anak-anak bimbingan kompetisi bisa berproses dengan baik. Lolos proposal atau tidak tak jadi masalah, tapi saya sudah cukup puas dengan kerja keras mereka dalam mengerjakan revisi dari saya. Besok terakhir submit, semoga hasil yang terbaik.
  • Hari ini nguji skripsi dan juga seminar hasil skripsi. So far so good.
  • Hari ini menyelesaikan tugas sebagai reviewer dalam proses review jurnal l.
  • Hari ini dapat LoA dari sebuah virtual conference. Alhamdulillah. Ini paper pertama yang kutulis dan kusubmit setelah masa cuti usai.
  • Hari ini makan ubi cilembu goreng πŸ˜… sayur sup (wortel, buncis, kentang, brokoli), tempe goreng dan dadar jagung, serta puding kacang hijau buatan suami.
  • Hari ini aku posting tentang buku yang pernah saya tulis 3 tahun yang lalu.
  • Hari ini kepikiran untuk segera ngoding dan pengujian untuk paper atau jurnal penelitian selanjutnya.
  • Hari ini aku ikut webinar tentang PhD di Monash, hanya saja tidak maksimal mendengarkan karena padatnya agenda hari ini.
  • Hari ini aku bersyukur dan semoga selalu demikian dan bertambah lebih baik.

Baiklah demikian serangkaian hari ini. Semoga membawa manfaat untuk saya. Mari istirahat untuk membayarkan hak tubuh. πŸ™‚ Good night, have a sleep tight.

@baiti jannati malam sebelum tidur

  • Baiklah sudah malam